<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/">
  <channel>
    <title>Dearyou_today</title>
    <link>https://dearyoutoday.writeas.com/</link>
    <description></description>
    <pubDate>Fri, 19 Jun 2026 18:19:59 +0000</pubDate>
    <item>
      <title>Jason &amp; Gema</title>
      <link>https://dearyoutoday.writeas.com/jason-and-gema?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Angin di bukit bertiup itu pelan, menggoyangkan helai rambut kedua insan yang duduk bersebelaham. Tak seperti biasanya, sore kali ini terasa turun perlahan, membawa gelap langit.&#xA;&#xA;Jason dan Gema duduk bersebelahan di bangku kayu yang mulai lembab karena embun. Tempat itu biasanya penuh tawa dan canda kali ini hanya hembusan nafas, dan detak jantung satu sama lain yang terdengar.&#xA;&#xA;Gema menghela nafas, menatap kosong pemandangan sore hari di depannya sebelum akhirnya menoleh ke arah Jason dengan mata merah.  &#xA;&#xA;“Jadi… kamu maunya gimana?” &#xA;suara Gema nyaris berbisik, gemetar tapi jelas.&#xA;&#xA;“P-putus?”&#xA;&#xA;Jason menatap langit yang mulai menggelap. Seperti semesta pun tahu, malam ini tak memberi harapan.&#xA;&#xA;Pria itu ikut menghembuskan nafas, &#xA;&#xA;“Kalau kamu nanya aku dan aku boleh milih...” Nafas Jason memberat.&#xA;&#xA;“Aku maunya kita tetap bersama, tapi... apa bisa?” Lanjutnya pelan, mengawang.&#xA;&#xA;Jason menoleh perlahan, menatap wajah yang ia hafal bentuknya bahkan dalam gelap. Wajah yang sekarang dipenuhi pertanyaan yang sulit dijawab.&#xA;&#xA;Ia menarik napas, Jason bisa mendengar isak Gema,&#xA;&#xA;“Aku gak marah sama kamu, sayang. Kamu tahu aku gak akan pernah bisa.”&#xA;&#xA;&#34;Kita ini… ketemunya terlalu manis, tapi mungkin memang ditakdirkan nggak sampai akhir.&#34;&#xA;&#xA;Gema langsung menggeleng, buru-buru menghapus air matanya. Tangannya meraih lengan kokoh Jason, lengan yang selalu bisa menopangnya di segala situasi.&#xA;&#xA;&#34;Tapi aku bisa ngomong ke oma... Kasih aku waktu sebentar ya? Aku bisa coba, sayang.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Tolong sayang. Aku mohon...&#34; Isak Gema kembali,&#xA;&#xA;Jason menatapnya dalam, penuh kasih, tapi juga luka.&#xA;&#xA;&#34;Aku tahu kamu akan coba. Tapi aku juga tahu hasilnya nggak akan berubah.&#34;&#xA;&#xA;“Dan kamu tahu itu, sayang.”&#xA;&#xA;Mata Gema basah, kedua tangannya masih bertahan di lengan Jason.&#xA;&#xA;“Sayang, my forever lil G.” Jason meraih wajah basah Gema, lalu mengusapnya perlahan.&#xA;&#xA;“Kamu tahu aku selalu bisa mengusahakan semuanya untuk kamu, apapun itu, akan aku usahakan, sesusah apapun itu kalau untuk kamu, aku selalu bisa.” &#xA;&#xA;“Aku bisa aja bawa kamu sekarang juga balik ke Thailand, kita tinggal disana, menikah disana, hidup bahagia disana, jauh dari semua masalah ini.” Lanjutnya dengan suara bergetar.&#xA;&#xA;Ia tersenyum kecil, getir.&#xA;&#xA;&#34;Tapi aku tahu kamu gak bisa.&#34; Suaranya nyaris putus.&#xA;&#xA;&#34;Dari awal kamu kembali ke Indonesia karena oma kamu. Karena beliau sakit-sakitan. Dan kamu bukan orang yang bisa ninggalin keluarga, apalagi di akhir waktunya.”&#xA;&#xA;&#34;Kamu gak salah, sayang. Gak ada yang salah dengan itu. Dan aku bangga, selalu bangga dengan kamu.&#34;&#xA;&#xA;Gema terisak, menutupi wajahnya. Tubuhnya gemetar.&#xA;&#xA;Jason menyentuh pundaknya lembut, menenangkan.&#xA;&#xA;Walau hatinya pun perlu ditenangkan,&#xA;&#xA;“Kalau boleh egois, aku maunya kamu sayang, cuma kamu.”&#xA;&#xA;&#34;Tapi mungkin, cinta kita cuma dimaksudkan buat singgah, bukan tinggal.&#34;&#xA;&#xA;“Dan itu bukan sesuatu yang bisa aku lawan, kan?”&#xA;&#xA;Mereka saling menatap. Mata Gema berkaca-kaca.&#xA;&#xA;Ia meraih tangan Jason dan menggenggamnya erat, seolah belum siap melepas, tapi dirinya tahu tak bisa memaksa.&#xA;&#xA;Jason benar, walau hatinya menolak keras.&#xA;&#xA;&#34;Aku takut.&#34; suara Gema nyaris berbisik.&#xA;&#xA;Jemari Jason bergerak merapikan helai rambut Gema yang sedikit berantakan tertiup angin.&#xA;&#xA;“Aku juga, tapi aku tahu kamu bisa, sayang.”&#xA;&#xA;Ahh, Gema akan sangat merindukan panggilan sayang itu.&#xA;&#xA;“Aku—” Suara Gema menggantung, tapi Jason tahu pria itu menyimpan banyak hal yang ingin dikatakan tapi tertahan.&#xA;&#xA;“K-kamu bakal lupain aku?” Jason menatap mata Gema yang sekarang terlihat bengkak,&#xA;&#xA;Bagaimana mungkin ia bisa melupakan sosok yang sudah menghiasi hari-harinya selama ini? Membayangkannya saja Jason tidak bisa.&#xA;&#xA;Jason menggeleng, pelan.&#xA;&#34;Enggak. Tapi aku akan belajar hidup tanpa kamu.&#34;&#xA;&#xA;“Aku akan belajar melepas kamu, mungkin akan memakan waktu, tapi aku akan usahakan itu. Jadi sayang, jangan khawatir tentang aku, aku akan baik-baik aja.”  Balas Jason pelan,&#xA;&#xA;&#34;Kamu bahagiain oma ya... dan juga diri kamu sendiri.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Nikah dengan damai, yang sakral.&#34;&#xA;&#xA;Jason menunduk, mencium punggung tangan Gema perlahan.&#xA;&#xA;“Aku akan sangat sedih dan marah dengan diriku sendiri kalau kamu gak bahagia, jadi tolong bahagia ya, Gema.”&#xA;&#xA;Jason akhirnya melepas kata sayang, &#xA;&#xA;&#34;Dan aku bakal doain kamu, setiap malam, meski bukan lagi sebagai pacar kamu.&#34;&#xA;&#xA;“Aku gak kemana-kemana, aku akan tetap ada untuk Gema, karena aku akan selalu menjadi your big J, dan kamu akan selalu menjadi my forever lil G.”&#xA;&#xA;Gema menangis, hatinya sakit luar biasa, rasanya seperti tercabik.&#xA;&#xA;Ia harus melepas sosok yang sudah menjadi pondasi kehidupannya beberapa tahun belakangan ini.&#xA;&#xA;Jason tidak pernah menuntutnya, selalu menerima dirinya, tidak pernah melarang apapun, dan selalu mendukungnya. &#xA;&#xA;Pria yang selalu ada untuk Gema, kapanpun Gema butuh. &#xA;&#xA;Jason, pria yang selalu membanggakan Gema di depan semua orang, pria yang selalu bisa membuat Gema tersenyum.&#xA;&#xA;Jason, pria yang tak hanya besar fisiknya tapi besar pula hatinya, pria penyayang keluarga, dan Gema, tentunya.&#xA;&#xA;Jason, satu-satunya sosok yang bisa menyembuhkan luka batin Gema, sosok yang punya kesabaran setinggi langit untuk Gema.&#xA;&#xA;Dan Jason, sosok yang selalu mengusahakan apapun, bahkan jika ia perlu membeli seisi dunia ini untuk Gema.&#xA;&#xA;Dan Gema harus melepaskan sosok itu sekarang.&#xA;&#xA;Gema harus merelakannya, entah untuk siapa.&#xA;&#xA;Sunyi kembali memeluk mereka. Bukit itu, saksi pertama ciuman mereka, kini jadi tempat melepas semua.&#xA;&#xA;Dan malam itu, cinta tidak kalah karena kurang rasa.&#xA;&#xA;Tapi karena semesta tak memberi cukup ruang untuk mereka bertumbuh bersama.&#xA;&#xA;@dearyoutoday]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Angin di bukit bertiup itu pelan, menggoyangkan helai rambut kedua insan yang duduk bersebelaham. Tak seperti biasanya, sore kali ini terasa turun perlahan, membawa gelap langit.</p>

<p>Jason dan Gema duduk bersebelahan di bangku kayu yang mulai lembab karena embun. Tempat itu biasanya penuh tawa dan canda kali ini hanya hembusan nafas, dan detak jantung satu sama lain yang terdengar.</p>

<p>Gema menghela nafas, menatap kosong pemandangan sore hari di depannya sebelum akhirnya menoleh ke arah Jason dengan mata merah.</p>

<p>“Jadi… kamu maunya gimana?”
suara Gema nyaris berbisik, gemetar tapi jelas.</p>

<p>“P-putus?”</p>

<p>Jason menatap langit yang mulai menggelap. Seperti semesta pun tahu, malam ini tak memberi harapan.</p>

<p>Pria itu ikut menghembuskan nafas,</p>

<p>“Kalau kamu nanya aku dan aku boleh milih...” Nafas Jason memberat.</p>

<p>“Aku maunya kita tetap bersama, tapi... apa bisa?” Lanjutnya pelan, mengawang.</p>

<p>Jason menoleh perlahan, menatap wajah yang ia hafal bentuknya bahkan dalam gelap. Wajah yang sekarang dipenuhi pertanyaan yang sulit dijawab.</p>

<p>Ia menarik napas, Jason bisa mendengar isak Gema,</p>

<p>“Aku gak marah sama kamu, sayang. Kamu tahu aku gak akan pernah bisa.”</p>

<p>“Kita ini… ketemunya terlalu manis, tapi mungkin memang ditakdirkan nggak sampai akhir.”</p>

<p>Gema langsung menggeleng, buru-buru menghapus air matanya. Tangannya meraih lengan kokoh Jason, lengan yang selalu bisa menopangnya di segala situasi.</p>

<p>“Tapi aku bisa ngomong ke oma... Kasih aku waktu sebentar ya? Aku bisa coba, sayang.”</p>

<p>“Tolong sayang. Aku mohon...” Isak Gema kembali,</p>

<p>Jason menatapnya dalam, penuh kasih, tapi juga luka.</p>

<p>“Aku tahu kamu akan coba. Tapi aku juga tahu hasilnya nggak akan berubah.”</p>

<p>“Dan kamu tahu itu, sayang.”</p>

<p>Mata Gema basah, kedua tangannya masih bertahan di lengan Jason.</p>

<p>“Sayang, <em>my forever lil G</em>.” Jason meraih wajah basah Gema, lalu mengusapnya perlahan.</p>

<p>“Kamu tahu aku selalu bisa mengusahakan semuanya untuk kamu, apapun itu, akan aku usahakan, sesusah apapun itu kalau untuk kamu, aku selalu bisa.”</p>

<p>“Aku bisa aja bawa kamu sekarang juga balik ke Thailand, kita tinggal disana, menikah disana, hidup bahagia disana, jauh dari semua masalah ini.” Lanjutnya dengan suara bergetar.</p>

<p>Ia tersenyum kecil, getir.</p>

<p>“Tapi aku tahu kamu gak bisa.” Suaranya nyaris putus.</p>

<p>“Dari awal kamu kembali ke Indonesia karena oma kamu. Karena beliau sakit-sakitan. Dan kamu bukan orang yang bisa ninggalin keluarga, apalagi di akhir waktunya.”</p>

<p>“Kamu gak salah, sayang. Gak ada yang salah dengan itu. Dan aku bangga, selalu bangga dengan kamu.”</p>

<p>Gema terisak, menutupi wajahnya. Tubuhnya gemetar.</p>

<p>Jason menyentuh pundaknya lembut, menenangkan.</p>

<p>Walau hatinya pun perlu ditenangkan,</p>

<p>“Kalau boleh egois, aku maunya kamu sayang, cuma kamu.”</p>

<p>“Tapi mungkin, cinta kita cuma dimaksudkan buat singgah, bukan tinggal.”</p>

<p>“Dan itu bukan sesuatu yang bisa aku lawan, kan?”</p>

<p>Mereka saling menatap. Mata Gema berkaca-kaca.</p>

<p>Ia meraih tangan Jason dan menggenggamnya erat, seolah belum siap melepas, tapi dirinya tahu tak bisa memaksa.</p>

<p>Jason benar, walau hatinya menolak keras.</p>

<p>“Aku takut.” suara Gema nyaris berbisik.</p>

<p>Jemari Jason bergerak merapikan helai rambut Gema yang sedikit berantakan tertiup angin.</p>

<p>“Aku juga, tapi aku tahu kamu bisa, sayang.”</p>

<p><em>Ahh, Gema akan sangat merindukan panggilan sayang itu.</em></p>

<p>“Aku—” Suara Gema menggantung, tapi Jason tahu pria itu menyimpan banyak hal yang ingin dikatakan tapi tertahan.</p>

<p>“K-kamu bakal lupain aku?” Jason menatap mata Gema yang sekarang terlihat bengkak,</p>

<p><em>Bagaimana mungkin ia bisa melupakan sosok yang sudah menghiasi hari-harinya selama ini? Membayangkannya saja Jason tidak bisa.</em></p>

<p>Jason menggeleng, pelan.
“Enggak. Tapi aku akan belajar hidup tanpa kamu.”</p>

<p>“Aku akan belajar melepas kamu, mungkin akan memakan waktu, tapi aku akan usahakan itu. Jadi sayang, jangan khawatir tentang aku, aku akan baik-baik aja.”  Balas Jason pelan,</p>

<p>“Kamu bahagiain oma ya... dan juga diri kamu sendiri.”</p>

<p>“Nikah dengan damai, yang sakral.”</p>

<p>Jason menunduk, mencium punggung tangan Gema perlahan.</p>

<p>“Aku akan sangat sedih dan marah dengan diriku sendiri kalau kamu gak bahagia, jadi tolong bahagia ya, Gema.”</p>

<p>Jason akhirnya melepas kata sayang,</p>

<p>“Dan aku bakal doain kamu, setiap malam, meski bukan lagi sebagai pacar kamu.”</p>

<p>“Aku gak kemana-kemana, aku akan tetap ada untuk Gema, karena aku akan selalu menjadi <em>your big J</em>, dan kamu akan selalu menjadi <em>my forever lil G</em>.”</p>

<p>Gema menangis, hatinya sakit luar biasa, rasanya seperti tercabik.</p>

<p>Ia harus melepas sosok yang sudah menjadi pondasi kehidupannya beberapa tahun belakangan ini.</p>

<p>Jason tidak pernah menuntutnya, selalu menerima dirinya, tidak pernah melarang apapun, dan selalu mendukungnya.</p>

<p>Pria yang selalu ada untuk Gema, kapanpun Gema butuh.</p>

<p>Jason, pria yang selalu membanggakan Gema di depan semua orang, pria yang selalu bisa membuat Gema tersenyum.</p>

<p>Jason, pria yang tak hanya besar fisiknya tapi besar pula hatinya, pria penyayang keluarga, dan Gema, tentunya.</p>

<p>Jason, satu-satunya sosok yang bisa menyembuhkan luka batin Gema, sosok yang punya kesabaran setinggi langit untuk Gema.</p>

<p>Dan Jason, sosok yang selalu mengusahakan apapun, bahkan jika ia perlu membeli seisi dunia ini untuk Gema.</p>

<p>Dan Gema harus melepaskan sosok itu sekarang.</p>

<p>Gema harus merelakannya, entah untuk siapa.</p>

<p>Sunyi kembali memeluk mereka. Bukit itu, saksi pertama ciuman mereka, kini jadi tempat melepas semua.</p>

<p>Dan malam itu, cinta tidak kalah karena kurang rasa.</p>

<p><strong><em>Tapi karena semesta tak memberi cukup ruang untuk mereka bertumbuh bersama.</em></strong></p>

<p>@dearyoutoday</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://dearyoutoday.writeas.com/jason-and-gema</guid>
      <pubDate>Sat, 24 May 2025 15:53:31 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Confession</title>
      <link>https://dearyoutoday.writeas.com/suasana-di-dalam-mobil-gio-terasa-canggung-sampai-akhirnya-kale-membuka-suara?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Suasana di dalam mobil Gio terasa canggung, sampai akhirnya Kale membuka suara.&#xA;&#xA;“Iyo, congrats for today. I heard your thesis defense went really well.” Ucap Kale pelan, lalu menoleh ke arah Gio yang ikut menoleh ke arahnya,&#xA;&#xA;“Thank you Ale, but sejujurnya aku berharap bisa ketemu kamu sebelum mulai sidang tadi.” Jawab Gio jujur, ada sedikit rasa kecewa di hatinya ketika tidak melihat Kale disana.&#xA;&#xA;“Maaf Gio, aku pikir lebih baik ketemu kamu langsung, berdua aja.” Gio menghela nafas, &#xA;&#xA;Ia tau ada yang Kale sembunyikan,&#xA;&#xA;“Are you okay, Ale?” Kale menatap Gio sendu,&#xA;&#xA;“No, I am not.” Balasnya lalu mengalihkan pandang ke arah bouquet bunga yang sejak awal ia pangku.&#xA;&#xA;“Apalagi setelah aku tau kamu bakal ke UK minggu depan.” Ekspresi Gio berubah cepat, detak jantungnya tiba-tiba berpacu lebih kencang.&#xA;&#xA;“W-wait, how did you know?” &#xA;&#xA;Kale bisa menangkap nada terkejut dari Gio.&#xA;&#xA;“From someone else,” Kale menghela nafas,&#xA;&#xA;“I’m not gonna lie, Iyo. I’m a little hurt, I thought, we were close enough that I’d hear it from you. But instead, I find out about your move and the arranged marriage from someone else.” Lanjut Kale dengan nada getir.&#xA;&#xA;Gio terdiam, mencoba mencerna perkataan Kale.&#xA;&#xA;“It was just supposed to be a small congratulations for you. But now, I guess it means more than that. Even if I&#39;m hurt, I still wanted to be here for you, Iyo.” Kale menyodorkan bouquet bunga yang sudah ia pilih dengan hati-hati dan penuh perasaan.&#xA;&#xA;Gio menerima dengan ekspresi tidak terbaca,&#xA;&#xA;“And maybe, I should stop holding this in.” &#xA;&#xA;Kale menarik nafas, lalu menghembuskannya pelan.&#xA;&#xA;“I’ve liked you for a long time, Aku suka sama kamu, Iyo. I kept it to myself because I was scared—scared that if I told you, you’d pull away, and I’d lose you completely.” &#xA;&#xA;Pecah sudah rahasia yang ia coba jaga sejauh ini, Kale tidak bisa menahannya lebih lama.&#xA;&#xA;Kale mencoba mengatur suaranya agak tidak bergetar, mencoba menahan air mata yang nyaris keluar lagi.&#xA;&#xA;“But now, knowing you’re leaving, knowing someone else might stand beside you,&#xA;I couldn’t keep it inside anymore.” Kale memberanikan dirinya untuk menoleh ke arah Gio,&#xA;&#xA;“I know this probably won’t change anything. I know I might be too late. But, I just needed you to know, at least before you go.” &#xA;&#xA;Gio bersumpah, ia bisa melihat kedua manik Kale yang berkaca-kaca menatap ke arahnya. Tapi entah mengapa ia tidak mengucapkan apapun, seolah lidahnya kelu, tercekat. &#xA;&#xA;“Al—” Hampir saja ia membuka mulut, keduanya dikagetkan dengan suara dering dari handphone Gio yang tersambung langsung ke head unit di mobil Gio.&#xA;&#xA;Dan nama itu disana, nama yang membuat hati Kale semakin sakit.&#xA;&#xA;Clara menghubungi Gio, mungkin karena Gio terlalu lama meninggalkan teman-temannya.&#xA;&#xA;“Anyway, I’m done talking. You can get back to your friends, I think Clara’s been looking for you.” Kale tersenyum kecil,&#xA;&#xA;“Once again, congrats on your defense, on the engagement, and good luck with your studies in the UK, Gio.” &#xA;&#xA;It&#39;s Gio and not Iyo anymore,&#xA;&#xA;Kale memutuskan untuk melepas Iyo-nya untuk orang lain.&#xA;&#xA;Pria itu tersenyum sekali lagi sebelum keluar dari Mobil Gio dan meninggalkan pria itu disana tanpa berniat menoleh kembali.&#xA;&#xA;@dearyoutoday]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Suasana di dalam mobil Gio terasa canggung, sampai akhirnya Kale membuka suara.</p>

<p>“Iyo, <em>congrats for today. I heard your thesis defense went really well</em>.” Ucap Kale pelan, lalu menoleh ke arah Gio yang ikut menoleh ke arahnya,</p>

<p>“<em>Thank you</em> Ale, <em>but</em> sejujurnya aku berharap bisa ketemu kamu sebelum mulai sidang tadi.” Jawab Gio jujur, ada sedikit rasa kecewa di hatinya ketika tidak melihat Kale disana.</p>

<p>“Maaf Gio, aku pikir lebih baik ketemu kamu langsung, berdua aja.” Gio menghela nafas,</p>

<p>Ia tau ada yang Kale sembunyikan,</p>

<p>“<em>Are you okay</em>, Ale?” Kale menatap Gio sendu,</p>

<p>“<em>No, I am not.</em>” Balasnya lalu mengalihkan pandang ke arah <em>bouquet</em> bunga yang sejak awal ia pangku.</p>

<p>“Apalagi setelah aku tau kamu bakal ke UK minggu depan.” Ekspresi Gio berubah cepat, detak jantungnya tiba-tiba berpacu lebih kencang.</p>

<p>“<em>W-wait, how did you know</em>?”</p>

<p>Kale bisa menangkap nada terkejut dari Gio.</p>

<p>“<em>From someone else</em>,” Kale menghela nafas,</p>

<p>“<em>I’m not gonna lie, Iyo. I’m a little hurt, I thought, we were close enough that I’d hear it from you. But instead, I find out about your move and the arranged marriage from someone else</em>.” Lanjut Kale dengan nada getir.</p>

<p>Gio terdiam, mencoba mencerna perkataan Kale.</p>

<p>“<em>It was just supposed to be a small congratulations for you. But now, I guess it means more than that. Even if I&#39;m hurt, I still wanted to be here for you, Iyo.</em>” Kale menyodorkan <em>bouquet</em> bunga yang sudah ia pilih dengan hati-hati dan penuh perasaan.</p>

<p>Gio menerima dengan ekspresi tidak terbaca,</p>

<p>“<em>And maybe, I should stop holding this in</em>.”</p>

<p>Kale menarik nafas, lalu menghembuskannya pelan.</p>

<p>“<em>I’ve liked you for a long time,</em> Aku suka sama kamu, Iyo<em>. I kept it to myself because I was scared—scared that if I told you, you’d pull away, and I’d lose you completely</em>.”</p>

<p>Pecah sudah rahasia yang ia coba jaga sejauh ini, Kale tidak bisa menahannya lebih lama.</p>

<p>Kale mencoba mengatur suaranya agak tidak bergetar, mencoba menahan air mata yang nyaris keluar lagi.</p>

<p>“<em>But now, knowing you’re leaving, knowing someone else might stand beside you,
I couldn’t keep it inside anymore</em>.” Kale memberanikan dirinya untuk menoleh ke arah Gio,</p>

<p>“<em>I know this probably won’t change anything. I know I might be too late. But, I just needed you to know, at least before you go</em>.”</p>

<p>Gio bersumpah, ia bisa melihat kedua manik Kale yang berkaca-kaca menatap ke arahnya. Tapi entah mengapa ia tidak mengucapkan apapun, seolah lidahnya kelu, tercekat.</p>

<p>“Al—” Hampir saja ia membuka mulut, keduanya dikagetkan dengan suara dering dari <em>handphone</em> Gio yang tersambung langsung ke <em>head unit</em> di mobil Gio.</p>

<p><em>Dan nama itu disana, nama yang membuat hati Kale semakin sakit.</em></p>

<p>Clara menghubungi Gio, mungkin karena Gio terlalu lama meninggalkan teman-temannya.</p>

<p>“<em>Anyway, I’m done talking. You can get back to your friends, I think Clara’s been looking for you</em>.” Kale tersenyum kecil,</p>

<p>“<em>Once again, congrats on your defense, on the engagement, and good luck with your studies in the UK, Gio</em>.”</p>

<p><em>It&#39;s Gio and not Iyo anymore,</em></p>

<p>Kale memutuskan untuk melepas Iyo-nya untuk orang lain.</p>

<p>Pria itu tersenyum sekali lagi sebelum keluar dari Mobil Gio dan meninggalkan pria itu disana tanpa berniat menoleh kembali.</p>

<p>@dearyoutoday</p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://dearyoutoday.writeas.com/suasana-di-dalam-mobil-gio-terasa-canggung-sampai-akhirnya-kale-membuka-suara</guid>
      <pubDate>Sat, 26 Apr 2025 12:37:52 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>AUCTION</title>
      <link>https://dearyoutoday.writeas.com/auction?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Acara amal berjalan lancar sejak awal. Apo akhirnya bisa melihat bagaimana orang-orang kalangan atas mengeluarkan duit mereka dengan mudah, dimulai dari donasi hingga ikut lelang barang-barang mewah yang hasilnya akan disumbangkan.&#xA;&#xA;Pria itu duduk dengan nyaman di samping Jeff, berbeda meja dengan Mile. Untungnya Jeff memanggil dirinya ketika Apo bingung perihal kursinya yang sudah ditempati sosok perempuan, tepat di samping Mile.&#xA;&#xA;&#34;Setelah ini, acara inti dan yang paling seru dimulai.&#34; Bisik Jeff lalu tersenyum.&#xA;&#xA;Apo mengernyit,&#xA;&#xA;acara inti? Jadi seluruh kegiatan yang mereka lakukan tadi belum masuk ke acara inti?&#xA;&#xA;&#34;Oh, gue hampir lupa. Katanya lo setuju buat bantu acara amal ini kan?&#34; Apo mengangguk, ia masih belum paham harus membantu seperti apa.&#xA;&#xA;&#34;Okay, prepare yourself.&#34; Ucap Jeff lalu mengedipkan mata kirinya sebelum dipanggil maju oleh pembawa acara.&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Good evening, ladies and gentlemen.&#34; Sapa Jeff setelah dirinya berdiri di atas panggung.&#xA;&#xA;&#34;I am Jeff Satur, yang akan memimpin acara inti dan tentunya, menjadi sesi yang paling ditunggu-tunggu malam ini.&#34;&#xA;&#xA;Jeff berdeham,&#xA;&#xA;&#34;So, welcome to our charity dating.&#34; Para tamu bertepuk tangan, sedangkan Apo masih bingung di kursinya.&#xA;&#xA;&#34;Kita punya beberapa kandidat yang tentunya siap membuat para tamu terkesan malam ini.&#34;&#xA;&#xA;Jeff tersenyum, &#xA;&#xA;&#34;Rules-nya tetap sama, whoever wins the auction, can date for a whole week.&#34; &#xA;Seluruh tamu mulai antusias dan penasaran.&#xA;&#xA;&#34;Okay, tanpa berlama-lama, let&#39;s start from our first candidate.&#34;&#xA;&#xA;Jeff menatap ke arah Apo yang masih terdiam di kursinya,&#xA;&#xA;&#34;Please welcome, our special guest tonight, Apo Nattawin.&#34; &#xA;&#xA;Seluruh tamu reflek menoleh ke arah meja Apo, begitupun dengan Mile yang terkejut luar biasa dengan ucapan Jeff.&#xA;&#xA;Apo yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian menjadi gugup bukan main.&#xA;&#xA;&#34;Don&#39;t be shy and come here, Apo.&#34; Dengan perasaan campur aduk, Apo berdiri dari duduknya.&#xA;&#xA;Ia tidak tau harus bereaksi seperti apa, pria itu hanya mengangguk dengan sopan ke arah tamu yang memperhatikannya lalu melangkah ragu-ragu ke arah panggung.&#xA;&#xA;&#34;Before we start the bidding, we need to check something here.&#34; &#xA;&#xA;Apo menoleh bingung,&#xA;&#xA;&#34;So, Apo Nattawin, are you single or not?&#34; &#xA;&#xA;&#34;Oh? Si-single?&#34; Jeff terkekeh,&#xA;&#xA;&#34;Kenapa ragu-ragu? Atau aslinya gak single?&#34; Apo menggeleng,&#xA;&#xA;&#34;Saya single.&#34; Ucap Apo lagi, mempertegas statusnya saat ini.&#xA;&#xA;Jeff bisa melihat para tamu yang semakin antusias setelah menerima fakta menarik dari pria tampan di atas panggung.&#xA;&#xA;&#34;Great, do you have any special type?&#34; Apo menggeleng sopan.&#xA;&#xA;&#34;Wow, so anyone can do bid for this handsome man here. Plus kalian punya kesempatan untuk lebih dari sekedar nge-date seminggu karena Apo sekarang single.&#34; Apo hanya bisa berdiri dengan gugup.&#xA;&#xA;Ia bahkan tidak berani melihat ke arah tamu saat ini.&#xA;&#xA;&#34;Let&#39;s start the bidding for Apo Nattawin at 50 mio.&#34; Apo menoleh kaget,&#xA;&#xA;Bukankah itu angka awal yang besar?&#xA;&#xA;&#34;65.&#34; Seorang perempuan mengangkat papan namanya.&#xA;&#xA;&#34;65 mio from Miss Cassandra.&#34; Ucap Jeff sambil menunjuk ke arah perempuan cantik yang sejak awal memperhatikan sosok Apo.&#xA;&#xA;&#34;80.&#34; Sosok pria ikut mengangkat papan namanya.&#xA;&#xA;&#34;100.&#34; Lagi, kali ini sosok pria berbeda.&#xA;&#xA;Apo mengernyit, sepertinya ia bertemu pria itu sebelumnya di dekat toilet.&#xA;&#xA;&#34;Wow, 100 mio from Mr. Fort.&#34;&#xA;&#xA;&#34;105.&#34;&#xA;&#xA;&#34;108.&#34;&#xA;&#xA;Apo bisa melihat para tamu silih berganti mengangkat papan nama mereka untuk memenangkan lelang atas dirinya.&#xA;&#xA;Walau hatinya sedikit tercubit melihat sosok Mile yang bergeming di kursinya, tidak mengangkat papan namanya satu kalipun.&#xA;&#xA;&#34;Okay, 425 mio is our last bid from Mr. Fort.&#34;&#xA;&#xA;Tunggu, dirinya terlalu lama melamun hingga tidak sadar angka lelang sudah mencapai 400 juta, sungguh gila.&#xA;&#xA;&#34;I&#39;ll count till three, and will close the bidding.&#34;&#xA;&#xA;&#34;One.&#34; Jeff memperhatikan seluruh tamu.&#xA;&#xA;&#34;Two.&#34; Apo bisa melihat sosok Fort yang tersenyum ke arahnya.&#xA;&#xA;Mungkin ia akan berakhir mengencani Fort selama satu minggu kedepan.&#xA;&#xA;Bukan hal yang buruk kan?&#xA;&#xA;&#34;Thr-&#34;&#xA;&#xA;&#34;800.&#34; Seluruh tamu menoleh ke arah sumber suara, &#xA;&#xA;itu Mile, sosok yang melempar harga di detik-detik terakhir.&#xA;&#xA;&#34;800 mio from Mr. Mile! First candidate win by Mr. Mile Phakphum.&#34; Ucap Jeff yang diikuti tepuk tangan dari seluruh tamu.&#xA;&#xA;&#34;Congrats Apo, and thank you so much karena sudah mau berpartisipasi disini, you can meet your date partner after this.&#34; Apo mengangguk tidak yakin lalu melangkah gugup, kembali ke kursinya.&#xA;&#xA;Mile bisa melihat Apo yang tidak nyaman dengan situasi saat ini lantas berdiri, pria itu segera meraih tangan sekretarisnya dan membawa Apo keluar dari sana, tanpa memperdulikan acara amal yang belum selesai.&#xA;&#xA;©dearyoutoday&#xA;&#xA;]]&gt;</description>
      <content:encoded><![CDATA[<p>Acara amal berjalan lancar sejak awal. Apo akhirnya bisa melihat bagaimana orang-orang kalangan atas mengeluarkan duit mereka dengan mudah, dimulai dari donasi hingga ikut lelang barang-barang mewah yang hasilnya akan disumbangkan.</p>

<p>Pria itu duduk dengan nyaman di samping Jeff, berbeda meja dengan Mile. Untungnya Jeff memanggil dirinya ketika Apo bingung perihal kursinya yang sudah ditempati sosok perempuan, tepat di samping Mile.</p>

<p>“Setelah ini, acara inti dan yang paling seru dimulai.” Bisik Jeff lalu tersenyum.</p>

<p>Apo mengernyit,</p>

<p><em>acara inti? Jadi seluruh kegiatan yang mereka lakukan tadi belum masuk ke acara inti?</em></p>

<p>“Oh, gue hampir lupa. Katanya lo setuju buat bantu acara amal ini kan?” Apo mengangguk, ia masih belum paham harus membantu seperti apa.</p>

<p>“<em>Okay, prepare yourself.</em>” Ucap Jeff lalu mengedipkan mata kirinya sebelum dipanggil maju oleh pembawa acara.</p>

<hr/>

<p>“<em>Good evening, ladies and gentlemen</em>.” Sapa Jeff setelah dirinya berdiri di atas panggung.</p>

<p>“<em>I am</em> Jeff Satur, yang akan memimpin acara inti dan tentunya, menjadi sesi yang paling ditunggu-tunggu malam ini.”</p>

<p>Jeff berdeham,</p>

<p>“<em>So, welcome to our charity dating</em>.” Para tamu bertepuk tangan, sedangkan Apo masih bingung di kursinya.</p>

<p>“Kita punya beberapa kandidat yang tentunya siap membuat para tamu terkesan malam ini.”</p>

<p>Jeff tersenyum,</p>

<p>“<em>Rules</em>-nya tetap sama, <em>whoever wins the auction, can date for a whole week.</em>”
Seluruh tamu mulai antusias dan penasaran.</p>

<p>“<em>Okay</em>, tanpa berlama-lama, <em>let&#39;s start from our first candidate</em>.”</p>

<p>Jeff menatap ke arah Apo yang masih terdiam di kursinya,</p>

<p>“<em>Please welcome, our special guest tonight, Apo Nattawin</em>.”</p>

<p>Seluruh tamu reflek menoleh ke arah meja Apo, begitupun dengan Mile yang terkejut luar biasa dengan ucapan Jeff.</p>

<p>Apo yang tiba-tiba menjadi pusat perhatian menjadi gugup bukan main.</p>

<p>“<em>Don&#39;t be shy and come here, Apo</em>.” Dengan perasaan campur aduk, Apo berdiri dari duduknya.</p>

<p>Ia tidak tau harus bereaksi seperti apa, pria itu hanya mengangguk dengan sopan ke arah tamu yang memperhatikannya lalu melangkah ragu-ragu ke arah panggung.</p>

<p>“<em>Before we start the bidding, we need to check something here.</em>“</p>

<p>Apo menoleh bingung,</p>

<p>“<em>So, Apo Nattawin, are you single or not?</em>“</p>

<p>“Oh? <em>Si-single</em>?” Jeff terkekeh,</p>

<p>“Kenapa ragu-ragu? Atau aslinya gak <em>single</em>?” Apo menggeleng,</p>

<p>“Saya <em>single</em>.” Ucap Apo lagi, mempertegas statusnya saat ini.</p>

<p>Jeff bisa melihat para tamu yang semakin antusias setelah menerima fakta menarik dari pria tampan di atas panggung.</p>

<p>“<em>Great, do you have any special type</em>?” Apo menggeleng sopan.</p>

<p>“<em>Wow, so anyone can do bid for this handsome man here</em>. <em>Plus</em> kalian punya kesempatan untuk lebih dari sekedar nge-<em>date</em> seminggu karena Apo sekarang <em>single</em>.” Apo hanya bisa berdiri dengan gugup.</p>

<p>Ia bahkan tidak berani melihat ke arah tamu saat ini.</p>

<p>“<em>Let&#39;s start the bidding for Apo Nattawin at 50 mio.</em>” Apo menoleh kaget,</p>

<p><em>Bukankah itu angka awal yang besar?</em></p>

<p>“65.” Seorang perempuan mengangkat papan namanya.</p>

<p>“<em>65 mio from Miss Cassandra.</em>” Ucap Jeff sambil menunjuk ke arah perempuan cantik yang sejak awal memperhatikan sosok Apo.</p>

<p>“80.” Sosok pria ikut mengangkat papan namanya.</p>

<p>“100.” Lagi, kali ini sosok pria berbeda.</p>

<p>Apo mengernyit, sepertinya ia bertemu pria itu sebelumnya di dekat toilet.</p>

<p>“<em>Wow, 100 mio from Mr. Fort</em>.”</p>

<p>“105.”</p>

<p>“108.”</p>

<p>Apo bisa melihat para tamu silih berganti mengangkat papan nama mereka untuk memenangkan lelang atas dirinya.</p>

<p>Walau hatinya sedikit tercubit melihat sosok Mile yang bergeming di kursinya, tidak mengangkat papan namanya satu kalipun.</p>

<p>“<em>Okay, 425 mio is our last bid from Mr. Fort</em>.”</p>

<p>Tunggu, dirinya terlalu lama melamun hingga tidak sadar angka lelang sudah mencapai 400 juta, sungguh gila.</p>

<p>“<em>I&#39;ll count till three, and will close the bidding</em>.”</p>

<p>“<strong><em>One</em></strong>.” Jeff memperhatikan seluruh tamu.</p>

<p>“<strong><em>Two</em></strong>.” Apo bisa melihat sosok Fort yang tersenyum ke arahnya.</p>

<p>Mungkin ia akan berakhir mengencani Fort selama satu minggu kedepan.</p>

<p><em>Bukan hal yang buruk kan?</em></p>

<p>“<strong><em>Thr-</em></strong>“</p>

<p>“800.” Seluruh tamu menoleh ke arah sumber suara,</p>

<p>itu Mile, sosok yang melempar harga di detik-detik terakhir.</p>

<p>“<em>800 mio from Mr. Mile! First candidate win by Mr. Mile Phakphum.</em>” Ucap Jeff yang diikuti tepuk tangan dari seluruh tamu.</p>

<p>“<em>Congrats Apo, and thank you so much</em> karena sudah mau berpartisipasi disini, <em>you can meet your date partner after this.</em>” Apo mengangguk tidak yakin lalu melangkah gugup, kembali ke kursinya.</p>

<p>Mile bisa melihat Apo yang tidak nyaman dengan situasi saat ini lantas berdiri, pria itu segera meraih tangan sekretarisnya dan membawa Apo keluar dari sana, tanpa memperdulikan acara amal yang belum selesai.</p>

<p><strong>©dearyoutoday</strong></p>
]]></content:encoded>
      <guid>https://dearyoutoday.writeas.com/auction</guid>
      <pubDate>Sun, 18 Aug 2024 08:37:34 +0000</pubDate>
    </item>
    <item>
      <title>Forever Love</title>
      <link>https://dearyoutoday.writeas.com/forever-love?pk_campaign=rss-feed</link>
      <description>&lt;![CDATA[Ketukan di pintu mengalihkan atensi Ian dari layar komputernya,&#xA;&#xA;&#34;Permisi dok,&#34; Ian mengangguk ke arah perempuan berseragam biru yang muncul dari balik pintu.&#xA;&#xA;&#34;Yang tadi pasien terakhir ya, dok,&#34; Ucap perempuan itu lalu tersenyum.&#xA;&#xA;&#34;Oh? Udah sampai pasien terakhir?&#34; Ian mengecek jam tangannya.&#xA;&#xA;Ternyata sudah hampir jam pulang untuknya.&#xA;&#xA;&#34;Okay terima kasih mbak Maya.&#34;&#xA;&#xA;&#34;Sampai bertemu besok dok,&#34; Ian tersenyum,&#xA;&#xA;&#34;Hati-hati pulangnya ya, mbak.&#34; Perempuan itu tersenyum lalu mengangguk sebelum menutup pintu kembali.&#xA;&#xA;Ian menghela nafas lalu melepas kacamata yang sejak siang bertengger manis di hidung mancungnya.&#xA;&#xA;Tangannya meraih ponsel lalu menekan angka 1 dengan cepat.&#xA;&#xA;&#34;Kayaknya Mike udah di jalan deh.&#34; Gumamnya setelah dering sambungannya terputus. &#xA;&#xA;Iris cokelatnya menatap jendela yang sejak sore memperlihatkan hujan yang semakin deras.&#xA;&#xA;Ian bawa tubuhnya untuk berdiri setelah memastikan seluruh pekerjaannya selesai, &#xA;&#xA;&#34;I think, I&#39;ll get ice coffee sebelum Mike sampai.&#34; Gumamnya lagi sebelum meninggalkan ruangnnya.&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;&#34;Ian!&#34; Yang dipanggil reflek menoleh,&#xA;&#xA;&#34;Belum pulang lo?&#34; Tanya sosok dengan seragam yang sama dengan dirinya. &#xA;&#xA;&#34;Gue nunggu Michael, lo kenapa belum pulang Jor?&#34; &#xA;&#xA;&#34;Lebih tepatnya, gue balik lagi. Nyaris ketinggalan nih.&#34; Ucap sosok bernama Jordi sambil mengayunkan ponsel di tangannya.&#xA;&#xA;&#34;Michael balik hari ini ya?&#34; Ian mengangguk sambil menyedot es kopinya.&#xA;&#xA;&#34;Bilang Michael pelan-pelan aja, jalan licin, tadi dekat sini ada yang hampir nabrak tro-&#34; ucapan Jordi terputus setelah maniknya menangkap berita terkini yang sedang ditayangkan di lobi rumah sakit.&#xA;&#xA;&#34;Nabrak apaan Jor?&#34; Ian menoleh bingung karena temannya itu tiba-tiba diam.&#xA;&#xA;&#34;Ian,&#34;&#xA;&#xA;&#34;Ya?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Michael gak lewat tol kan?&#34;&#xA;&#xA;&#34;Lewat harusnya, kenapa?&#34; Dengan bergetar, tangan Jordi mengarahkan tubuh Ian menghadap televisi yang masih menyiarkan berita kecelakaan beruntun di salah satu jalan tol.&#xA;&#xA;Dan detik selanjutnya, gelas kopi Ian meluncur bebas, menghantam lantai rumah sakit.&#xA;&#xA;---&#xA;&#xA;flashback&#xA;&#xA;Ian tersenyum hangat, menghabiskan waktu dengan Michael di tengah sibuknya pekerjaan mereka adalah hal yang menyenangkan.&#xA;&#xA;Dengan perlahan tangannya menggerakkan pisau dan garpu, memotong steak yang ia pesan.&#xA;&#xA;Sedangkan Michael cukup gugup saat ini.&#xA;&#xA;&#34;Ian,&#34; Panggil Michael, mengalihkan atensi Ian dari makan malamnya.&#xA;&#xA;&#34;Hm?&#34; &#xA;&#xA;Michael menghela nafas, mencoba menenangkan degup jantungnya.&#xA;&#xA;&#34;Ian Manuel, the day we started talking, I had no idea this would be how it turned out. Falling in love with you was not planned at all, but it turned out to be the most perfect thing in my life. A love like ours happens once in lifetime. You&#39;re a godsend to me, Ian. You&#39;re just everything I have ever hoped for, the one that I thought never be real.&#34; &#xA;&#xA;Ian menatap Michael yang mencoba merangkai kata dengan perasaan campur aduk,&#xA;&#xA;&#34;Thank you for always be my side, being my biggest supporter all the time, my home, my forever favorite. When you came into my life, I realised that what I had always thought was happiness couldn&#39;t compare to the joy loving you brought me. You were an unexpected surprise to me and I will always choose you, Ian&#34;  &#xA;&#xA;Michael mengatur nafasnya lagi, lalu dengan perlahan meletakkan kotak beludru kecil yang sejak awal ia bawa di atas meja, tepat di hadapan Ian.&#xA;&#xA;&#34;And I want to create all my remaining memories with you, so, will you marry me Ian Manuel?&#34;&#xA;&#xA;Ian menutup mulutnya tidak percaya, ia sama sekali tidak menduga Michael akan melamarnya saat ini. &#xA;&#xA;Iris keduanya bertemu, Ian bisa merasakan matanya memanas. &#xA;&#xA;Pria itu mengangguk yakin, sebelum akhirnya buliran air mata turun membasahi wajahnya,&#xA;&#xA;&#34;Yes, I will.&#34; Michael tersenyum bahagia, diikuti tepuk tangan dan ucapan selamat dari seluruh tamu disana.&#xA;&#xA;Michael memeluk tubuh Ian, menenangkan pria yang sedang terisak bahagia, lalu memasangkan cin